Monday, August 30, 2010

MENUNGGU

sepi dan kehilangan merupakan catatan
pada suatu jarak waktu
melingkari
keheningan suasana
menerobos pasak hati

ia mengulang-ulang
kerakusan sesalan

sabar dan bertahan
menunggu saat
pudarnya kecelaruan

SALAM KEMERDEKAAN

semaian
untuk buah manis
disaring dan dipilih-pilih
benihnya

yang ditunggu
ialah harap
menuai hasil yang jitu
sesudah sekian waktu

dijagai dan dibelai
dengan berhati-hati
membuang musuh perosak
atau segala yang lain

hasil yang baik
buat kami tersenyum

dibajai dengan cinta kemesraan

FITNAH PERKAUMAN

seperti dulu
kesumbangan terus-teruskan
bernanah parah
api perkauman yang semarak

perkauman telah dilangsungkan
di situ mereka bersembunyi
dengan mudahnya
menyimpan cita-cita
menjadi perkasa

semua manusia ini
akhirnya menjadi rabun dan buta

Sunday, August 29, 2010

DI ANTARA MANUSIA

menongkah musim pahit peradaban
jurang demi jurang
apabila manusia semakin pandai
kelihatan yang bodoh semakin keliru

tetapi dunia ini rumah kita bersama
memilih mencari panduan
jangan tersesat
kesombongan adalah perhiasan
sebahagian kita
atau menunduk
tidak hilang bisa ular
kiranya menyusur akar

Saturday, August 28, 2010

PEREMPUAN

seperti aku merindukan seorang perempuan
yang baik
di tangannya tetap ada bunga dan duri
di matanya ada jelingan dan kerlingan
mencuba aku
dalam saban waktu
mencari
dan
sesekali kembali
'bertanya aku kepada tuhan'

SESAMA MANUSIA

membina kebaikan jua akan menerima
tempias 'kejahatan'
dengan sabar menabur benih suci
peradaban

kebaikan adalah isyarat
di dalamnya jua 'menyonsong arus' kepalsuan
teruskanlah
'bahasa dunia' tidak sama bahasa 'akhirat'
untaian kasih berpanjangan sesama
manusia

NILAI KEMERDEKAAN

nilai kata-kata 'kemerdekaan' itu bukan ajaib
orang merperlihatkannya dari berbagai sudut
atau hanya 'melompat-lompat' gembira
seperti anak-anak berlari membawa bendera

atau seperti seorang tua yang
tidak lagi mampu mengikuti perkembangan
melihat bendera dengan 'penuh kasih'
perjuangan yang pernah dilaluinya
akan di bawa ke mati