Monday, November 2, 2009

WAJAH TRADISI

di wajah tradisimu
mata berkaca
rindumu pecah di belantara
keheningan kenangan

di wajah tradisimu
asfal menjulang tinggi
bersamamu sekepal doa perjalanan diri
seerat tergenggam noktah cinta !

seseorang yang akrab
menemui waktunya
lalu menyediakan ruang tengah
engkau berlegar
sambil matamu tertutup rapat !

di wajah tradisimu
kedesingan menghiris hati
aku menjerit
menjerit
kiranya jeritan hanya
semakin membenam diri


(dari catatan lama : Okt 1985)

1 comment:

  1. kini ternyata
    wajah tradisi telah
    berada di sisi...

    ReplyDelete