Wednesday, March 16, 2011

DI ARENA INI

ruang ini tidak terbatas untuk berbicara
sayu rasa atau jitu membara

ruang ini tidak mengerti apa yang dikata
dia hanya menerima kata-kata

engkau berkata benar pastilah tuhan telah tahu
hanya kita memilih menambah untuk manusia

damai dan abadi rasamu aku sentuh
bukan di bibirmu tetapi di hatimu yang jauh

mari berkelana dengan isi sepadang cinta kemanusiaan
di lorong itu di pentas hitam putih kehidupan

kerana dibekalkan sedikit rasa dan kesanggupan
buih kata-kata yang menjadi penentu

lalu aku rindu kepadamu seperti ternampak
bayang-bayang kelam sebuah gunung yang indah dengan lanskap

di arena kata-kata tanpa suara, pilu tanpa wajah
dan sengsara tanpa warna

kata-kata bernas bak ketulenan perjuangan, takut atau berani
bukan persoalan

di arena ini lalu kukenalkan rasaku
aku mencintai rasamu seakan engkau hadir

(kepada teman-teman puisi, ramai telah menghilang)

No comments:

Post a Comment