Thursday, August 5, 2010

DI ANTARA LANGIT DAN BUMI

mendongak mimpi
di celapak anganan
hutang kepada alam
belum dilangsaikan

mencongak mimpi
pada siang ini
masih
sepatu enggan melangkah
bibit-bibit kemesraan
beransur pudar

menganjakkan mimpi
untuk menemani
hari esoknya
ternampak
seperti bayang-bayang yang ngeri

bukan untuk putus asa
mendepani realiti
meletakkan diri
di antara jalan yang sewajarnya

di antara langit dan bumi
kita terkepung di sini

No comments:

Post a Comment